Perawatan Kesehatan | Teks Lengkap Gratis | Pengalaman Kekerasan Intim Partner di antara Wanita dalam Hubungan Seksual: Apakah Sikap Mendukung Wanita terhadap Kekerasan Intimate Partner Berhubungan?

Kekerasan pasangan intim (IPV) dominan di sub-Sahara Afrika (SSA), dengan hampir 40 persen wanita melaporkan IPV pada suatu waktu. Dalam penelitian ini, kami menyelidiki apakah sikap suportif terhadap IPV dikaitkan dengan pengalaman IPV tahun lalu di antara wanita dalam ikatan seksual di SSA. Studi ini melibatkan analisis data cross-sectional dari Survei Demografi dan Kesehatan (DHS) dari 23 negara di SSA. Analisis regresi logistik biner bivariat dan multivariabel dilakukan untuk menentukan hubungan antara sikap terhadap IPV dan pengalaman IPV tahun lalu. Hasil regresi disajikan dalam bentuk tabel menggunakan rasio odds kasar (cOR) dan rasio odds yang disesuaikan (aOR) pada interval kepercayaan 95% (CI). Di negara yang dikumpulkan, kami menemukan bahwa wanita yang memiliki sikap suportif terhadap IPV lebih mungkin mengalami IPV dibandingkan dengan mereka yang menolak IPV (cOR = 1.72, 95% CI = 1.64, 1.79), dan ini bertahan setelah mengontrol usia ibu, status perkawinan, kekayaan, tingkat pendidikan ibu, tempat tinggal, dan keterpaparan media massa (aOR = 1.72, CI 95% = 1.64, 1.79). Kecenderungan dan arah hubungan yang sama antara sikap terhadap IPV dan pengalaman IPV juga ditemukan di 23 negara yang diteliti. Studi ini telah menunjukkan bahwa wanita yang menerima IPV lebih mungkin untuk mengalami IPV. Oleh karena itu, kami merekomendasikan bahwa upaya untuk mengakhiri IPV harus difokuskan terutama pada perubahan sikap perempuan. Sasaran ini dapat dicapai dengan meningkatkan pemberdayaan perempuan, pendidikan, dan intervensi ketenagakerjaan, serta menyadarkan perempuan terkait dengan konsekuensi yang merugikan dari menerima IPV. Selain itu, mengurangi IPV sangat penting untuk pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 3. Lihat Teks Lengkap


Tunjukkan Gambar