#patientstoo – Perilaku seksual profesional yang dilakukan oleh profesional kesehatan terhadap pasien: studi representatif

Tujuan:

Pelanggaran batas seksual adalah masalah serius dalam sistem perawatan kesehatan. Studi yang menggunakan sampel non-probabilitas menunjukkan tingginya prevalensi profesional sexual misconduct (PSM) terhadap pasien. Namun, tingkat prevalensi yang valid masih kurang.

Metode:

Kami melakukan studi observasional cross-sectional di Jerman dari Februari hingga April 2020. Dengan langkah pengambilan sampel yang berbeda, sampel probabilitas dari populasi Jerman di atas usia 14 tahun dihasilkan. Sampel akhir terdiri dari 2503 orang (50,2% perempuan, usia rata-rata: 49,5 tahun). Peserta ditanya tentang kontak seksual dengan dan pelecehan seksual oleh profesional kesehatan. Menggunakan statistik deskriptif, tingkat prevalensi PSM diperkirakan.

Hasil:

PSM dilaporkan oleh 56 (4,5%) perempuan dan 17 (1,4%) peserta laki-laki. Secara rinci, 28 (2,2%) perempuan dan 10 (0,8%) peserta laki-laki melaporkan kontak seksual dengan profesional kesehatan. Sepertiga dari kontak seksual ini terjadi sebelum usia 18 tahun dan sepertiganya bertentangan dengan keinginan pasien. 40 (3,2%) peserta perempuan dan 8 (0,6%) laki-laki melaporkan pemeriksaan fisik yang tidak perlu, 31 (2,5%) peserta perempuan dan 7 (0,6%) peserta laki-laki melaporkan pelecehan seksual. Mayoritas pelaku adalah laki-laki.

Kesimpulan:

Data kami memberikan wawasan pertama yang penting tentang prevalensi PSM oleh profesional kesehatan terhadap pasien dalam sampel yang representatif. Hasil menunjukkan tingginya prevalensi PSM pada populasi umum Jerman. Diperlukan tindakan preventif untuk meningkatkan kesadaran PSM dan konsep perlindungan pasien.

Kata kunci:

Pelanggaran seksual profesional; profesional kesehatan; hubungan profesional-pasien; kontak seksual; pelecehan seksual.