Pandangan profesional kesehatan seksual tentang penyediaan layanan jarak jauh yang cepat pada awal pandemi COVID-19: Sebuah studi metode campuran mixed

Pengantar:

Pandemi COVID-19 dan langkah-langkah jarak sosial memaksa layanan kesehatan seksual untuk berinteraksi dengan pasien dari jarak jauh. Kami bertujuan untuk memahami hambatan dan fasilitator yang dirasakan terhadap penyediaan layanan kesehatan seksual digital selama bulan-bulan pertama pandemi.

Metode:

Survei online dan wawancara kualitatif dengan profesional kesehatan seksual Inggris yang direkrut secara online dan melalui pengambilan sampel bola salju dilakukan pada Mei-Juli 2020.

Hasil:

Di antara 177 responden (72% perempuan, 86% Putih, usia rata-rata = 46, SD = 9), sebagian besar menggunakan telepon dan email sebagai saluran komunikasi utama mereka; namun, efektivitas yang dirasakan bervariasi (94% dan 66%, masing-masing). Sebagian besar setuju bahwa staf membutuhkan pelatihan tambahan (89%), teknologi yang tersedia tidak memadai (66%) dan tenaga kesehatan ragu-ragu untuk memberikan konsultasi online (46%). Mereka memiliki sikap positif terhadap digitalisasi, meningkatkan kualitas layanan dan efektivitas biaya, tetapi khawatir akan memperburuk ketidaksetaraan kesehatan.

Diskusi:

Studi ini mengidentifikasi kebutuhan akan pedoman dan pelatihan yang jelas seputar penggunaan alat digital serta permintaan untuk investasi dalam perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan untuk penyediaan layanan jarak jauh. Penelitian di masa depan perlu mengeksplorasi akseptabilitas, keamanan, dan efektivitas berbagai alat digital untuk mempersempit kesenjangan kesehatan pada pengguna layanan kesehatan seksual.

Kata kunci:

COVID-19; Perawatan kesehatan seksual; hambatan; perawatan kesehatan digital; fasilitator; profesional kesehatan; perawatan kesehatan jarak jauh.