Apa yang diinginkan wanita? Preferensi perempuan migran dan pengungsi untuk penyampaian layanan kesehatan dan informasi seksual dan reproduksi

Objektif:

Perempuan migran dan pengungsi mengalami ketidakadilan dalam perawatan kesehatan seksual dan reproduksi (SRH), tercermin dari rendahnya penyerapan layanan SRH. Sangat penting bagi penyedia layanan kesehatan dan pendidik untuk menyadari preferensi perempuan untuk informasi SRH dan pemberian layanan, untuk memberikan perawatan yang responsif secara budaya. Mengidentifikasi preferensi perempuan migran dan pengungsi untuk informasi SRH dan pemberian layanan adalah tujuan dari penelitian ini.

Desain:

Studi ini menyelidiki masalah ini, di komunitas migran dan pengungsi perempuan yang tinggal di Australia dan Kanada. Delapan puluh empat wawancara individu dan 16 kelompok fokus yang terdiri dari 85 peserta dilakukan (total n = 169), dengan perempuan migran dan pengungsi berusia 18 tahun ke atas dari Afghanistan, India (Punjab), Irak, Somalia, Sudan Selatan, Sri-Lanka (Tamil), Sudan dan berbagai latar belakang Amerika Selatan (Latina). Sembilan wawancara individu juga dilakukan dengan pewawancara masyarakat, yang merupakan perempuan migran atau pengungsi itu sendiri.

Hasil:

Analisis tematik mengidentifikasi bahwa migran dan pengungsi perempuan antusias untuk belajar tentang SRH sepanjang masa hidup, dengan menggunakan berbagai modalitas termasuk pendidikan kelompok yang disampaikan oleh tokoh masyarakat; materi online dan tertulis; dan informasi yang diberikan oleh dokter umum. Peserta menekankan perlunya perawatan SRH empatik, yang mencakup waktu lebih lama untuk konsultasi, dilihat sebagai ahli dari tubuh mereka sendiri, privasi dan perawatan kesehatan yang diberikan oleh praktisi wanita. Keterlibatan yang lebih besar dengan laki-laki migran dan pengungsi diposisikan sebagai solusi tambahan untuk mengatasi masalah SRH perempuan.

Kesimpulan:

Wawasan dari studi ini dapat membantu memfasilitasi desain bersama dan evaluasi program yang dapat diterima dan berkelanjutan untuk mengatasi ketidakadilan dalam SRH yang dialami oleh perempuan migran dan pengungsi.

Kata kunci:

Kesehatan seksual dan reproduksi; layanan kesehatan; perempuan migran dan pengungsi; kualitatif; pendidikan kesehatan seksual.